Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman budaya dan seni. Salah satu alat musik tradisional yang paling terkenal dari NTT adalah Sasando. Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah, cara bermain, dan keunikan dari alat musik ini, serta pentingnya sasando dalam budaya lokal. Mari kita jelajahi dunia sasando secara mendalam!
Sejarah Sasando
Sasando adalah alat musik petik tradisional yang berasal dari pulau Rote dan Sabu di NTT. Menurut penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli musik, termasuk Dr. Ir. Agustinus M. Tanuwidjaja, Sasando telah ada sejak ratusan tahun yang lalu, menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat di daerah tersebut.
Asal Usul Nama Sasando
Kata “sasando” berasal dari kata “sasa,” yang berarti bergetar, dan “ndo,” yang merujuk pada alat. Jadi, secara harfiah, sasando berarti alat yang bergetar. Apa yang membuat alat ini unik adalah penggunaannya yang bersifat ritual serta sebagai sarana hiburan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat NTT.
Desain dan Struktur Sasando
Sasando memiliki bentuk yang khas dan unik, menyerupai harpa dengan beberapa senar. Berikut beberapa elemen utama dari desain sasando:
-
Badan Alat: Bagian ini biasanya terbuat dari bambu yang dibentuk melengkung. Badan sasando berfungsi sebagai resonator yang memperkuat suara yang dihasilkan oleh senar.
-
Senar: Sasando umumnya memiliki antara 12 hingga 24 senar, yang terbuat dari kawat. Senar-senar ini dipasang dengan ketegangan tertentu untuk menghasilkan nada yang berbeda.
-
Papan Suara: Di bagian atas sasando, terdapat papan suara yang terbuat dari kayu tipis. Papan ini membantu dalam memproduksi suara yang lebih merdu dan kaya.
- Penala: Pada bagian bawah sasando, terdapat penala yang berfungsi untuk menyetel nada. Penala ini mirip dengan tuning peg pada alat musik lainnya.
Cara Memainkan Sasando
Bermain sasando tidak semudah terlihat. Dibutuhkan keahlian dan ketelitian dalam memetik senar. Berikut adalah langkah-langkah dalam memainkan sasando:
-
Posisi Duduk: Pertama, duduklah dengan posisi yang nyaman. Sasando biasanya diletakkan di atas pangkuan atau di atas meja.
-
Pemilihan Senar: Pilih senar yang akan dipetik. Biasanya, senar yang lebih tebal menghasilkan nada yang lebih rendah, sementara senar yang lebih tipis menghasilkan nada yang lebih tinggi.
-
Teknik Petikan: Gunakan jari telunjuk atau jari tengah untuk memetik senar. Jangan gunakan kuku, karena itu bisa merusak senar.
-
Mendengarkan Suara: Dengarkan suara yang dihasilkan, dan sesuaikan tekanan serta ketegangan dalam memetik agar menghasilkan suara yang diinginkan.
- Latihan: Latihan adalah kunci untuk menjadi mahir. Mulailah dengan melatih nada-nada dasar sebelum beralih ke lagu yang lebih kompleks.
Sasando dalam Budaya Nusa Tenggara Timur
Sasando bukan hanya sekadar alat musik, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat NTT. Alat musik ini sering digunakan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan, upacara ritual, serta festival budaya.
Peran Sasando dalam Acara Adat
Dalam budaya NTT, sasando sering dimainkan dalam acara-acara resmi atau festival. Misalnya, dalam upacara pernikahan, suara merdu dari sasando dapat menciptakan suasana yang lebih sakral dan penuh makna. Para pemain sasando biasanya mengenakan pakaian adat, yang semakin menambah keindahan acara tersebut.
Sasando Modern dan Inovasi
Seiring dengan perkembangan zaman, sasando juga mengalami inovasi. Beberapa musisi dan pengrajin telah menciptakan variasi baru dari alat musik ini dengan menggunakan material modern, seperti fiberglass, untuk menghasilkan suara yang lebih bertenaga dan tahan lama.
Musisi Sasando Terkenal
Beberapa musisi sasando terkenal telah membawa alat musik ini ke panggung nasional dan internasional. Salah satunya adalah Merry Riana, yang dikenal sebagai pioneer dalam memperkenalkan sasando kepada masyarakat luas. Ia sering tampil di berbagai event dan festival, mempopulerkan sasando kepada generasi muda.
Mempertahankan Warisan Budaya
Penting bagi kita untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya seperti sasando. Saat ini, beberapa lembaga pendidikan di NTT telah memasukkan pembelajaran sasando dalam kurikulum mereka, sehingga generasi muda dapat mengenal dan memahami alat musik ini dengan lebih baik.
Komunitas Sasando
Beberapa komunitas di NTT juga mulai aktif dalam mempromosikan sasando. Mereka mengadakan workshop, konser, dan kegiatan lain yang bertujuan untuk menarik minat masyarakat terhadap alat musik tradisional ini.
Kesimpulan
Sasando adalah alat musik tradisional yang kaya akan sejarah dan budaya di Nusa Tenggara Timur. Dengan keunikan dalam bentuk dan suara, sasando membawa pesan dari generasi ke generasi. Upaya untuk melestarikan dan mempopulerkan sasando patut diapresiasi, agar generasi mendatang dapat menikmati warisan budaya ini.
Dalam dunia yang semakin modern ini, mari kita sama-sama berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai tradisional dan melestarikan alat musik seperti sasando sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
FAQ tentang Sasando
1. Apa itu sasando?
Sasando adalah alat musik tradisional petik yang berasal dari Nusa Tenggara Timur, Indonesia.
2. Dari bahan apa sasando dibuat?
Sasando biasanya terbuat dari bambu, kayu, dan senar yang terbuat dari kawat.
3. Berapa banyak senar yang dimiliki sasando?
Sasando umumnya memiliki antara 12 hingga 24 senar.
4. Di mana sasando sering dimainkan?
Sasando sering dimainkan pada acara-acara adat, seperti pernikahan, festival budaya, dan upacara ritual.
5. Siapa saja musisi terkenal yang memainkan sasando?
Salah satu musisi sasando terkenal adalah Merry Riana, yang telah berkontribusi dalam mempopulerkan alat musik ini.
Dengan artikel ini, diharapkan pembaca dapat lebih memahami keunikan dan keindahan sasando, serta termotivasi untuk melestarikan budaya ini. Mari bersama-sama menjaga dan menghargai warisan budaya yang ada di tanah air kita!